Ruu Kuhp: Ayam Peliharaan Masuk Dan Makan Di Kebun Orang, Denda Rp 10 Juta


RUU KUHP: Ayam Peliharaan Masuk dan Makan di Kebun Orang, Denda Rp 10 Juta

Pecinta dan pemelihara atau bahkan peternak unggas serta binatang ternak lain, sepertinya harus lebih waspada dalam mengawasi peliharannya.



Jangan hingga unggas atau binatang ternaknya hingga masuk hingga mencari makan di tanah atau kebun milik orang lain yang ada tanamannya.





Pasalnya, jikalau unggas semisal ayam, bebek, angsa atau kalkun peliharaan hingga melaksanakan hal tersebut, maka salah-salah peternak sanggup dikenakan hukuman pidana berupa denda.


Dendanya itu sendiri bahkan sanggup melebihi harga pasaran unggas, ialah senilai Rp 10 juta.


Begitu setidaknya hukum yang dimuat dalam RUU KUHP, yang telah disepakati pemerintah dengan dewan perwakilan rakyat RI, dan bakal segera disahkan dalam rapat paripurna.



Aturan tersebut terperinci terang dalam Bagian Ketujuh Gangguan terhadap Tanah, Benih, Tanaman dan Pekarangan Pasal 278 RUU KUHP.

"Setiap orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tumbuhan milik orang lain dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori II (Rp 10 juta)," demikian Pasal 278.


Selain dikenakan denda, menurut Pasal 279 ayat 2, binatang ternak yang melanggar hukum menginjakkan kaki di tanah atau kebun yang terdapat tumbuhan atau telah ditaburi benih bakal disita oleh negara.


Begini Pasal 279:


Ayat 1, "Setiap Orang yang membiarkan Ternaknya berjalan di kebun, tanah perumputan, tanah yang ditaburi benih atau penanaman, atau tanah yang disiapkan untuk ditaburi benih atau ditanami dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori II."


Ayat 2, "Ternak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sanggup dirampas untuk negara."



Untuk diketahui, pembahasan RUU kitab undang-undang hukum pidana bakal dilanjutkan dalam tingkat II pengambilan keputusan Rapat Paripurna dewan perwakilan rakyat RI. Hal itu dilakukan seusai dewan perwakilan rakyat dan pemerintah menyepakati dikala rapat kerja di Komisi III hari ini.


Adapun perwakilan pemerintah yang hadir dalam rapat kerja tersebut ialah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.


Sebelum disepakati untuk dibawa ke rapat paripurna, Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin melempar pertanyaan terlebih dahulu.


"Apakah RKUHP sanggup kita setujui untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan dewan perwakilan rakyat RI?," tanya Aziz kepada seluruh fraksi dalam rapat kerja, Rabu (18/9/2019).


Pertanyaan serupa lalu dilontarkan Aziz kepada Yasonna sebagai perwakilan dari pemerintah. Baik fraksi partai di dewan perwakilan rakyat maupun pemerintah menyatakan persetujuan RUU kitab undang-undang hukum pidana dibawa ke dalam rapat paripurna untuk segera disahkan.


Sumber: suara.com

Berpenghasilan 2 Ribu Rupiah Hari, Kakek Ini Sudah Tinggal Di Semak-Semak Selama 3 Tahun


Berpenghasilan 2 Ribu Rupiah Hari, Kakek Ini Sudah Tinggal di Semak-Semak Selama 3 Tahun

Masa renta biasa dipakai lebih banyak untuk bersantai dan menikmati acara yang tidak terlalu berat. Kebanyakan orang yang sudah memasuki usia tua, akan lebih banyak beristirahat di dalam rumah.


Mereka akan bahagia bila sanggup berkumpul bersama anak cucunya yang tiba untuk menghampiri atau hanya sekadar menanyakan kabarnya.

Aman, kakek berusia 85 tahun ini hidup di semak-semak selama tiga tahun di erat jalan tol Cipularang di Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), atau sekitar 1 kilometer dari kantor Pemerintah Daerah KBB.

Melansir Nakita, Aman hidup sebatang kara. Setiap hari selalu mengais sampah di sekitar Padalarang.

Tubuhnya kumal dan selalu membawa karung. Aman mengaku terkadang mendapat uang Rp 2 ribu ketika mengangkut sampah.

“Kadang abah ada yang memberi makan ketika ada orang yang melintas,” katanya.

Sehari-hari tinggal di semak-semak, Aman selalu aben sampah-sampah yang telah dikumpulkan untuk sekadar menghangatkan tubuh pada malam hari.

Tetapi, ketika hujan, Aman pun pribadi berteduh di pos ojek yang lokasinya erat dengan semak tersebut.

Rahmat (40) warga sekitar mengaku kerap melihat Aman dikala menyisir Jalan Raya Cisarua-Padalarang.

Dia juga menyebut kemarin sempat ada yang tiba untuk membantu Aman dengan berbagi balai atau sekedar kawasan berteduh dari panas dan dinginnya malam.

Terpisah, Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna mengaku beliau telah mendengar kabar abah Aman. Dia pun mengaku telah memikirkan untuk berbagi sebuah kawasan tinggal untuknya.

“Ya kami sudah tahu kabar itu. Kami masih resah untuk berikan bantuannya. Kami ingin bangunkan rumah tapi abah Aman gak punya tanah. Tapi, nanti jikalau memang ada tanah desa kami akan buatkan untuk Abah Aman,” ujar Aa.

Namun ternyata masa-masa renta yang harusnya dipakai untuk lebih banyak istirahat tak dirasakan oleh kakek in

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang sanggup kami paparkan, Besar keinginan kami Artikel ini sanggup bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh alasannya ialah itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan biar Artikel ini sanggup disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.


Sumber :manaberita

Meskipun Sekarang Wajah Kekasihnya Tak Lagi Sempurna, Namun Laki-Laki Ini Masih Menyayanginya!


Meskipun Kini Wajah Kekasihnya Tak Lagi Sempurna, Namun Pria Ini Masih Menyayanginya!


Fоtо ѕеоrаng lаkі-lаkі уаng tеngаh mеmеluk реrеmрuаn уаng mеmіlіkі kеtіdаkѕеmрurnааn lаgі dаlаm bеntuk tubuhnya kаrеnа sebuah kесеlаkааn sehingga kеhіlаngаn bentuk wаjаh mеnuаі kebanggaan nеtіzеn.



Tіdаk hаnуа itu yang menciptakan рrіа ini dірujі, dіа juga tidak canggung ѕааt mencium реrеmрuаn yang ѕudаh kеhіlаngаn kеduа matanya.


Foto yang dіроѕtіng реrtаmа kаlі оlеh реmіlіk аkun Facebook Nu Nа.



Bahkan postingan уаng dіbеrі judul “іnі соntоh Cіntа g аkаn berubah mеѕkі wаjаh bеrubаh. Tapi mungkіn anda wаjаh bеrubаhhh сіntааа pindahh, Subhаnаllоh” ketika іnі ѕudаh mеnjаdі viral dі dunia maya khuѕuѕnуа di Fасеbооk.


Terakhir fоtо іnі telah dіbаgіkаn sebanyak 12 ribu kali kераdа pemilik akun Fасеbооk lаіnnуа.
Bеlum dіkеtаhuі identitas рrіа yang аdа di dаlаm fоtо tersebut, араkаh kаkаknуа atau suaminya? Nаmun, bаnуаk yang menduga keduanya аdаlаh pasangan




Bеgіtu jugа реrеmрuаn yang tеrlіhаt раѕrаh mendapatkan keadaannya kаrеnа mеngаlаmі cacat ѕеumur hіduр уаng раѕtі alasannya ѕеbuаh kесеlаkааn уаng dіаlаmіnуа.


Kendati dеmіkіаn hаѕіl jepretan fоtо іnі mаmрu mеnghіduрkаn sisi kemanusiaan setiap оrаng bаgі ѕіара saja уаng mеlіhаtnуа.


Cіntа yang dipancarkan оlеh kedua іnѕаn mаnuѕіа іnі bаhkаn “meremukkan” hаtі para nеtіzеn.
Sереrtі уаng dіѕаmраіkаn pemilik akun Junіі Clalu Cndrі’ее, “Subhаnаllаh іtu lсh сіntа sesungguhnya. tаnра mеmаndаng ruра dаn ѕtаtuѕ hіduрnуа.”


“Hаnуа реrеmрuаn уg bеruntung dараt lаkі2 luar biasa ѕереrtі іnі,” tulіѕ Srw Bаkіlе dі dalam аkunnуа.



“Subhаnаllаh,ѕungguh mulіа рrіа іnі,ѕmg ketulusan dаn kеіkhlаѕаnnуа mеnjаdіkаn kеluаrgа уg SаMаWа,аmіn,” kаtа Sugiarto Har


Kendati demikian tіdаk sedikit уаng mengira рrіа уаng mencium реrеmрuаn cacat itu аdаlаh ѕuаmіnуа, ѕереrtі уаng dіtulіѕ реmіlіk akun Rіtа Rahmayanti, “Maha bеѕаr Allаh…Allаhuаkbаr…ѕаlut buаt suami nуа.”

Wilayah Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan, Catat Tanggalnya


Wilayah Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan, Catat Tanggalnya

Mulai hari Minggu (8/9/2019) hingga Oktober nanti, Indonesia akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan.



Hari tanpa bayangan atau kulminasi atau transit atau istiwa’ merupakan fenomena ketika Matahari sempurna berada di posisi paling tinggi di langit.


Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada dikala itu, Matahari akan sempurna berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.



Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, alasannya ialah bertumpuk dengan benda itu sendiri.


Penyebab Hari Tanpa Bayangan


Dilansir situs resmi BMKG, hari tanpa bayangan muncul alasannya ialah bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak sempurna berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.


Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5 LU hingga 23,5 LS, hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.


“Di tahun ini, Matahari sempurna berada di khatulistiwa pada 21Maret 2019 pukul 05.00 WIB dan 23 September 2019 pukul 14.51 WIB,” tulis BMKG.


Sementara pada 21 Juni 2019 pukul 22.55 WIB, Matahari berada di titik balik Utara (23,5 LU) dan pada 22 Desember 2018 pukul 11.21 WIB, Matahari berada di titik balik Selatan (23,5 LS).



Waktu Terjadinya Hari Tanpa Bayangan di Daerah Anda


Mengingat posisi Indonesia berada di sekitar ekuator, kulminasi utama alias hari tanpa bayangan di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari dikala Matahari berada di khatulistiwa.


Sebagai teladan untuk kota Pontianak yang sempurna terbelah oleh garis khatulistiwa, kulminasi utamanya terjadi pada 21 Maret 2019 pukul 11:50 WIB dan pada 23 September 2019 pukul 11.35 WIB.


Adapun untuk kota Jakarta, fenomena ini sudah terjadi pada 5 Maret 2019 lalu, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan akan terjadi kembali pada 9 Oktober 2019, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.


Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi terjadi antara 22 Februari di Seba, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April di Sabang, Aceh. Kemudian kulminasi utama kedua terjadi pada 8 September di Sabang, Aceh hingga dengan 21 Oktober di Seba, Nusa Tenggara Timur.


Berikut kegiatan hari tanpa bayangan beserta jadwalnya yang jangan hingga terlewat:

Medan mengalami kulminasi utama pada 14 September 2019, pukul 12.21 WIB.
Padang mengalami kulminasi utama pada 25 September 2019 pukul 12.10 WIB.
Manokwari juga mengalami kulminasi utama pada 25 September 2019 pukul 11.55 WITA.
Jayapura akan mengalami kulminasi utama di tanggal 30 September 2019, pukul 11.27 WIT, di tanggal 30 September 2019.
Palembang akan terjadi hari tanpa bayangan pada 1 Oktober 2019, sempurna pukul 11.50 WIB.
Banjarmasin pada tanggal berikutnya yaitu 2 Oktober 2019, kulminasi utamanya akan terjadi pada pukul 12.11 WITA.
Kupang akan mengalami kulminasi utamanya pada 20 Oktober 2019 pukul 11.30 WITA.
Di Pulau Jawa sendiri, selain Jakarta, Bandung akan mengalami hari tanpa bayangan pada tanggal 11 Oktober 2019, dengan kulminasi utamanya pada pukul 11.36 WIB.
Keesokan harinya Surabaya akan mengalami kulminasi utamanya pada pukul 11.15 WIB.
Barulah Yogyakarta terjadi pada 13 Oktober 2019 pukul 11.24 WIB.


Daftar lengkap kulminasi utama untuk bulan September-Oktober di setiap kota di Indonesia sanggup dilihat dalam link BMKG.



Sumber: islamidia.com